5 Istilah Penting yang Dipakai Saat Lakukan Simulasi Kredit untuk Rumah

Semakin tingginya dana yang diperlukan untuk membeli rumah, membuat banyak orang memilih untuk membeli rumah secara kredit atau KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Dengan begini, Anda bisa menyicil biaya untuk membeli rumah tersebut per bulannya. Terkait dengan dana yang dibutuhkan, bisa Anda cari tahu dengan melakukan simulasi kredit untuk rumah terlebih dahulu.

Apa yang Dimaksud dengan KPR?

KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah merupakan fasilitas pinjaman, yang bisa digunakan untuk membeli rumah, kendaraan, atau pun ragam properti lainnya. Anda bisa ajukan KPR lewat bank yang memang memfasilitasi kredit ini, misalnya seperti Maybank. Dengan adanya KPR, impian Anda untuk memiliki rumah sendiri akan bisa terwujud, tanpa harus menunggu dana terkumpul dahulu.

Persyaratan yang harus dipenuhi dalam mengajukan KPR pun terbilang tak begitu ribet. Anda perlu menyiapkan dokumen seperti kartu identitas, slip gaji, rekening koran, NPWP, serta tagihan kartu kredit jika memakainya. Setelah dokumen tersebut dilengkapi dan diajukan ke bank, Anda tinggal menunggu proses verifikasi, untuk menentukan apakah KPR diterima atau tidak.

Istilah Penting dalam Simulasi Kredit Kepemilikan Rumah

Sebelum mengajukan KPR, ada baiknya Anda melakukan simulasi terlebih dahulu. Simulasi kredit ini dilakukan agar Anda bisa melihat berapa sekiranya besaran cicilan yang harus dibayarkan per bulannya. Nah, dalam melakukan simulasi kredit rumah ini, ada beberapa istilah penting yang sebaiknya Anda ketahui maknanya terlebih dahulu.

  1. DP (Down Payment)

Dalam melakukan simulasi kredit untuk rumah, istilah DP atau Down Payment sudah pasti akan Anda temukan. DP merujuk pada uang muka yang harus Anda bayarkan, sebagai syarat utama agar pembelian rumah secara kredit bisa dilaksanakan. Besaran DP pun berbeda-beda, tergantung pada kebijakan masing-masing bank, bisa 5 hingga 20 persen dari total harga rumah.

  1. Plafon Pinjaman

Plafon pinjaman yang juga dikenal dengan istilah pokok pinjaman, merupakan jumlah pinjaman yang diberikan oleh bank pada Anda. Pinjaman yang diberikan ini nantinya akan digunakan untuk mendanai rumah yang Anda beli. Besaran plafon pinjaman ini bisa dihitung dengan mengurangi harga jual rumah, dengan besaran DP yang Anda bayarkan.

  1. Masa Tenor

Masa tenor merujuk pada jangka waktu pembayaran cicilan yang harus Anda penuhi hingga lunas. Lama masa tenor ini sendiri tergantung pada bank tempat Anda melakukan pengajuan KPR. Semakin lama masa tenor yang Anda pilih, maka akan makin kecil cicilan per bulannya. Masa tenor maksimal ini sendiri bisa mencapai hingga 20 tahun lamanya.

  1. Suku Bunga

Saat melakukan pinjaman ke bank untuk kredit rumah ini, otomatis akan ada bunga bank dengan besaran tertentu yang dikenakan pada Anda. Perhitungan suku bunga bank ini bisa didasarkan atas bunga tetap (fixed rate) atau bunga mengambang (floating rate). Suku bunga yang harus Anda bayarkan umumnya akan semakin besar, jika masa tenor yang dipilih lebih lama.

  1. Cicilan

Dalam melakukan simulasi kredit rumah, sudah pasti Anda akan menemukan istilah cicilan, yang merupakan besaran dana yang harus dibayarkan per bulannya. Cicilan dalam melakukan kredit rumah bisa dibagi menjadi cicilan pokok dan cicilan bulanan. Besaran cicilan tergantung pada plafon pinjaman, masa tenor, serta suku bunga yang dikenakan pada Anda.

Sebelum mengajukan KPR, ada baiknya Anda melakukan simulasi kredit untuk rumah terlebih dahulu. Dengan melakukan simulasi, Anda bisa mengetahui perkiraan cicilan yang harus dibayarkan per bulannya, berdasarkan plafon pinjaman, serta masa tenor yang Anda kehendaki. Simulasi kredit rumah ini sendiri bisa diakses di situs resmi bank penyedia KPR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *