5 Masjid Tertua di Indonesia, Masjid Saka Tunggal Banyumas Berusia Lebih dari 700 Tahun

Deretan masjid tertua di Indonesia yang bisa jadi pilihan untuk wisata religi. Adanya masjid tertua di Indonesia ini sebagai bukti perkembangan Islam yang sudah bertahan hingga ratusan tahun di Indonesia. Bukti kedatangan Islam di Indonesia ini terlihat dari bangunan masjid yang masih kokoh berdiri.

Meskipun berusia hampir 1 milinium, ternyata masjid tertua di Indonesia ini selalu ramai pengunjung untuk melakukan ibadah hingga wisata religi. Simak deretan masjid tertua di Indonesia yang bisa dikunjungi untuk wisata religi. Masjid Saka Tunggal adalah masjid tertua di Indonesia yang kini usianya lebih dari 700 tahun.

Lokasi Masjid Saka Tunggal berada di Desa Cikakak, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah. Berdasarkan namanya, Saka Tunggal, masjid ini dulunya hanya memiliki satu tiang penyangga bangunan saja. Kini Masjid Saka Tunggal masih memiliki bangunan yang kokoh dan menjaga interiornya dengan begitu rapi.

Di kawasan Masjid Saka Tunggal terdapat kumpulan monyet yang terkadang datang ke halaman depan masjid. Masjid Wapauwe atau dikenal sebagai Masjid Tua Wapauwe adalah masjid yang bersejarah di Maluku. Usia Masjid Wapauwe ini hampir 7 abad yang masih menjaga bangunan kokohnya.

Meskipun sudah berulang kali mengalami renovasi, namun masjid ini tetap mempertahankan bentuk aslinya. Uniknya, Masjid Wapauwe dibangun menggunakan pelepah sagu dan tanpa menggunakan paku satu pun. Hal ini menjadi daya tarik wisatawan yang ingin wisata religi sekaligus beribadah di Masjid Wapauwe.

Dibangun sejak tahun 1421 silam, Masjid Sunan Ampel menjadi masjid tertua di Ampel, Jawa Timur. Masjid Sunan Ampel berlokasi di Jalan Petukangan, Kelurahan Ampel, Semampir, Surabaya, Jawa Timur. Dikelilingi oleh bangunan berarsitektur Tiongkok dan Arab, masjid ini menjadi objek wisata religi yang menarik di Surabaya.

Di Masjid Sunan Ampel inilah salah satu dari sembilan walisongo, Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau biasa disebut Sunan Ampel, menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa. Masjid ini telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sesuai dengan Surat Keputusan Wali Kota Surabaya Nomor 188.45/251/402.1.104/1996 tertanggal 26 September 1996. Masjid Agung Demak memiliki desain interior yang kuno, mulai dari bangunan induk dan serambinya.

Tak hanya itu, Masjid Agung Demak juga memiliki empat tiang penyangga utama atau disebut 'Saka Guru'. Atap Masjid Agung Demak berbentuk linmas yang bersusun tiga merupakan gambaran akidah Islam yakni Iman, Islam, dan Ihsan. Memiliki bangunan unik dan tampak megah, tak heran jikaMasjid Agung Demak selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Lokasi Masjid Agung Demak berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Berbeda dengan masjid lain yang terdapat di pusat kota atau keramaian, Masjid Agung Sang Cipta Rasa justru terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan. Tepatnya, lokasi Masjid Agung Sang Cipta Rasa berada di Jalan Kasepuhan, Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.

Uniknya lagi, Masjid Agung Sang Cipta Rasa tak memiliki kubah dan menara. Atap Masjid Agung Sang Cipta Rasa berbentuk prisma atau limasan seperti atap di rumah rumah Jawa. Masjid Agung Sang Cipta Rasa bisa dikunjungi untuk wisata religi dan sejarah.

Kamu bisa wisata edukasi diMasjid Agung Sang Cipta Rasa yang menyimpan banyak sejarah unik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *