Bagaimana Mencegah dan Mengatasi Diare pada Anak?

Kondisi anak-anak yang rentan dan mudah terserang penyakit membuat orang tua harus ekstra hati-hati menjaga pola makan serta kebersihan lingkungan di sekitarnya. Namun tetap saja semua itu tidak serta merta menjamin bahwa si kecil tidak akan terkena gangguan pencernaan seperti diare. Berikut ini cara mencegah dan mengatasi diare pada anak yang bisa Anda lakukan.

Mengatasi Diare pada Anak

Diare atau buang air besar terus menerus dengan konsentrasi kotoran lebih cair daripada biasanya ini merupakan satu dari sekian gangguan pencernaan ringan namun dapat berdampak buruk bila tidak segera ditangani. Secara umum, penyakit ini dibagi menjadi dua jenis yakni diare akut dan diare kronik.

Apabila diare sembuh dalam kurun waktu kurang dari 14 hari, maka diare tersebut termasuk jenis akut. Namun apabila lebih dari 14 hari diare belum kunjung sembuh, maka penyakit tersebut merupakan diare kronik. Pada umumnya diare akan disertai mual dan muntah yang akan hilang dengan sendirinya ketika seluruh virus penyebab diare sudah sepenuhnya keluar tubuh.

Asupan yang Cukup

Sebelum memberikan jenis obat tertentu pada anak, sebaiknya Anda berikan cairan pengganti terlebih dahulu pada si kecil untuk mencegah dehidrasi. Selain memberikan minum yang cukup, Anda sebaiknya memberikan si kecil asupan penuh energi yang mudah dicerna agar mempercepat keluarnya virus dari dalam tubuh.

Namun jika si keciil memuntahkan kembali makanan tersebut, Anda sebaiknya menunggu sekitar 10-15 menit dan kemudian berikan kembali pada si kecil. Akan lebih baik apabila perhatian si kecil sedang teralih agar makanan dan minuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Beri Oralit

Jika dalam sehari diare tidak juga membaik, Anda bisa mulai memberikan oralit kepada si kecil. Oralit merupakan obat diare yang terbuat dari larutan garam dan air putih dengan perasa buah untuk menarik perhatian si kecil. Larutan ini berfungsi untuk membantu tubuh menggantikan cairan yang hilang akibat diare.

Perhatikan Kotoran yang Keluar

Selain memperhatikan jenis asupan untuk tetap menjaga kesehatan si kecil, Anda juga perlu memperhatikan jenis kotoran yang dikeluarkan dari dalam perut anak. Apabila si kecil beberapa kali mengeluarkan feses berbentuk cair hanya dalam kurun waktu 1 jam, maka segera bawa si kecil menghadap dokter. Begitu pun jika feses berwarna kemerahan sebab bercampur darah.

Mencegah Diare pada Anak

Cukupkan Vitamin

Menjaga kesehatan si kecil harus dimulai dari dalam dengan cara memperkuat kekebalan tubuhnya agar tidak mudah terkena penyakit. Berikan vitamin dan suplemen lainnya seminggu sekali untuk semakin memperkuat sistem imunitas serta menambah kecerdasan si kecil. Namun jika Anda merasa asupan saja sudah cukup, maka tak perlu lagi memberikan vitamin.

Cuci Tangan Sebelum Makan

Hal mendasar lainnya untuk dilakukan adalah menjaga kebersihan tangan sesaat sebelum makan. Pastikan anak mencuci tangan dengan sabun untuk menghilangkan segala jenis virus dan bakteri yang mungkin menjadi penyebab diare. Lifebuoy memberikan perlindungan aktif untuk menjaga dan membunuh segala kuman pada si kecil.

Bersihkan Diri Setalah Bermain di Luar

Setelah bermain seharian, pastikan Anda meminta si kecil untuk segera membersihkan diri. Walaupun hanya bermain ke luar taman dan berkeringat, alangkah baiknya apabila Anda mengganti baju si kecil walau tidak dibarengi dengan mandi. Cuci tangan dan kaki dengan sabun serta mengganti baju yang kotor saja sudah cukup apabila si kecil terlalu sering bermain di luar.

Hendaknya selain menjaga pola makan si kecil, Anda juga harus memberi pengetian sedini mungkin tentang kebersihan dan kesehatan yang perlu dijaga untuk menghindari diare pada anak. Walaupun anak tidak serta merta mengerti, namun lambat laun kebiasaan baik tersebut akan tertanam dalam diri mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *