Kenali Mitos tentang Asuransi Jiwa yang Masih Dipercaya

Kamu pasti tahu bahwa secara umum, asuransi jiwa memiliki tujuan untuk menanggung kerugian finansial akibat risiko tak terduga seperti meninggal dunia hingga kecelakaan yang mengakibatkan cacat. Namun, kalau kamu merasa anti dengan asuransi jiwa karena mitos yang masih berkembang hingga sekarang, ada baiknya cari tahu dulu kenyataannya!

Mitos Seputar Asuransi Jiwa?

Ini benar adanya, kok! Saya sendiri pernah diterpa berbagai mitos seputar asuransi jiwa yang membuat saya sempat urung untuk memiliki selama beberapa waktu. Memang, kalau dipikirkan secara sekilas, mitos itu seperti kenyataan. Untungnya ada seorang teman yang berbaik hati memberitahu saya mengenai kenyataan yang sesungguhnya dulu!

Apa Saja Mitos Seputar Asuransi Jiwa?

  1. Asuransi Tidak Bisa Dirasakan Manfaatnya

Salah satu mitos yang saya terima ketika baru lulus kuliah dan mulai bekerja adalah asuransi tak akan bisa dirasakan manfaatnya. Mitos ini berkembang di kalangan rekan kerja baru saya. Tentunya hal ini membuat saya sempat ragu untuk memiliki asuransi. Toh, pikir saya, untuk apa memiliki asuransi kalau ternyata saya tak bisa menikmatinya?

Pada kenyataannya, asuransi ini sangat bermanfaat untuk memberikan perlindungan masalah finansial tatkala terjadi hal yang tak diinginkan. Saya jadi teringat paman saya yang merupakan salah satu penggaung anti asuransi di keluarga. Menurutnya, asuransi itu tak perlu karena tak bisa dirasakan manfaatnya.

Sekitar tiga tahun yang lalu, ia menikah dan tak lama ia memiliki seorang anak. Siapa sangka, tak lama setelah ia menjadi ayah, ia mengalami kecelakaan dan membuatnya harus pergi dari dunia. Apa semua selesai sampai di situ saja? Tentu tidak? Paman saya ternyata hanya punya tabungan sedikit.

Dengan anak yang masih bayi, tentunya susah untuk sang istri bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. Kini, ia harus kerja banting tulang siang malam untuk memenuhi kebutuhannya dan si bayi dengan berjualan daring hingga jualan makanan ringan di depan rumah.

Padahal, sebenarnya ini tak perlu ia lakukan kalau ternyata suaminya memiliki asuransi jiwa. Sebab, pihak asuransi akan memberikan uang pertanggungan sesuai yang disepakati sejak awal. Uang pertanggungan itu bisa digunakan untuk mengatasi masalah finansial dan jadi plan B bagi si istri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan si bayi.

  1. Masih Muda dan Single, Belum Butuh Asuransi

Mitos yang satu ini juga bergaung sangat erat di sekitar lingkungan kerja saya dulu. Saya kembali ingat kisah paman saya dan berkesimpulan tak ada yang tahu usia seseorang. Hal itu mungkin juga akan terjadi pada saya nantinya. Memang, saya masih muda dan single, tak ada yang harus saya khawatirkan.

Tapi, masalahnya saya ini punya tanggungan lain berupa kredit kendaraan dan KPR. Saya sempat tak sadar juga mengenai hal ini sebenarnya. Namun, berkat seorang teman, saya tersadarkan akan pentingnya memiliki asuransi meski masih single. Menurutnya, kalau saya meninggal dengan semua beban tanggungan itu, siapa nanti yang akan susah?

Tentunya keluarga saya, terlebih orang tua. Jelas saya tak mau membuat repot mereka terlebih saya sudah membuat repot hingga usia 22 tahun sebelum lulus kuliah. Untuk itulah, saya langsung memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa dari usia muda. Saya benar-benar tak ingin membebani keluarga saya setelah apa yang mereka lakukan untuk saya.

  1. Agen Hanya Mencari Untung

Banyak yang berpikir bahwa agen asuransi sebenarnya hanya mencari untung saja. Memang, hal yang satu ini tak bisa dipungkiri. Agen asuransi akan mendapatkan komisi dari premi yang kita bayarkan pada perusahaan asuransi. Namun semua tak semata-mata seperti itu, kok! Kamu tetap bisa mendapatkan manfaat dari asuransi tersebut.

Agen asuransi juga tak hanya mencari untuk untuk kantong pribadinya saja. Mereka memiliki tugas penting untuk memberikan literasi dan membimbing klien membeli produk yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan klien. Jika kamu tahu proteksi apa yang kamu butuhkan, maka agen pun akan menyesuaikan dengan produk yang dibutuhkan.

Memang, tak bisa dipungkiri bahwa masih banyak agen nakal yang bersedia melakukan apa saja untuk mengejar bonus dan target sehingga merugikan kliennya. Oleh sebab itulah kamu harus pintar agar tak tertipu dengan rayuan agen yang tak bertanggung jawab. Cari tahu lebih banyak mengenai asuransi yang kamu butuhkan.

Tanyakan pada rekan, kerabat hingga internet atau berkonsultasi dengan perencana keuangan mengenai produk yang sesuai dengan kebutuhanmu. Dengan begini, kamu tak akan mudah dibodohi oleh agen nakal.

  1. Sudah Punya Asuransi dari Perusahaan, untuk Apa Beli Sendiri?

Nah, ini yang paling besar gaungnya di perusahaan tempat saya bekerja. Setiap karyawan bahkan yang baru sekalipun sudah diberikan asuransi oleh pihak perusahaan sebagai bentuk apresiasi dan perlindungan. Namun, banyak karyawan yang salah kaprah dan mengira asuransi yang diberikan perusahaan sudah cukup dan ia tak butuh lagi asuransi di luar itu.

Namun kamu harus tahu bahwa besar uang pertanggungan yang diberikan asuransi perusahaan biasanya kecil, paling besar adalah setara dengan gajimu setahun. Meski nilainya terlihat cukup besar, tapi apa cukup digunakan untuk meng-cover semua kebutuhan yang harus dibayarkan terlebih bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan dalam tingkat parah?

  1. Proses Pembelian Asuransi Rumit

Kalau yang satu ini lebih sering menimpa generasi zaman old ketimbang generasi saya. Memang, dulu saat ingin membeli asuransi, kamu harus datang ke perusahaan asuransi lebih dulu. Namun sekarang tak perlu lagi. Kamu bisa melakukan pembelian secara daring dan bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja. Bahkan, saat ini juga sudah ada polis elektronik, lo!

Sequis Asuransi Jiwa Terbaik Untukmu

Saat ini ada banyak sekali produk asuransi jiwa yang bisa kamu pilih. Salah satunya adalah dari Sequis. Sequis adalah salah satu penyedia asuransi jiwa terbaik di Indonesia yang sudah terpercaya. Ada banyak produk asuransi jiwa yang bisa kamu pilih untuk memberikan perlindungan terbaik bagi masa depan.

Misalnya saja ada asuransi Life Plan 100 yang akan memberikan perlindungan hingga si tertanggung berusia 100 tahun. Selain itu, ada juga Q Smart Life yang akan memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun dengan masa pembayaran premi 10 dan 20 tahun saja. Ada juga asuransi Financial Smart Life.

Asuransi yang satu ini memberikan masa pembayaran premi mulai 10 tahun dengan uang pertanggungan hingga 250 juta. Premi yang diterapkan pun murah, mulai Rp2.500,- per harinya. Ada juga Q Life Legacy yang memberikan manfaat meninggal dunia 100%.

Mitos yang berkembang perihal asuransi seringkali membuat kamu takut dan tak mau memilikinya. Padahal, kalau ditelisik, semua itu ada penjelasannya. Jadi. Mulai sekarang jangan ragu untuk memiliki asuransi jiwa. Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan terutama untuk perlindungan finansialmu di saat-saat tak terduga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *